Sabtu, 24 September 2016

MasyaAllah! Melimpahnya Rezeki setelah Meninggalkan Suap!

Suap sudah sering kita dengar, biasanya hal ini berkaitan dengan hukum dan politik. Dimana seseorang harus melanggar suatu aturan karena diberi sejumlah uang atau harta lainnya oleh orang yang memintanya melakukan hal tersebut.

Suap itu selain tidak boleh dalam hukum, juga tak boleh dalam agama Islam. Di dalam agama Islam, seseorang yang menerima maupun yang memberikan suap sama-sama terkena dosa. Ternyata, suap menyuap tak hanya terjadi di masa sekarang ini, tapi dari zaman dahulu sudah ada suap menyuap.
Menolak penyuapan / Gambar via clarkekiernan.com
Alkisah ada seorang pedagang di Arab Saudi. Ia bekerja di pelabuhan dan semua barang yang masuk harus mendapatkan tanda tangannya. Ia adalah pekerja yang konsisten, ia sama sekali tidak suka dan tidak mau menerima uang suap.

Tapi, berbeda dengan atasannya yang senang dengan uang suap. Atasannya berkata bahwa pedagang tersebut tak harus terlalu keras dan ketat dalam menyeleksi barang-barang yang masuk dari para penyuap agar urusan jadi mudah.

Dengan kata-kata atasannya tersebut, pedagang itu menjadi gemetar. Ia tak tahu harus melakukan apa. Ia sedih, penyesalan dan keraguan terasa mencekik lehernya. Godaan datang setiap waktu, ada yang memberinya dengan dalih hadiah, ada juga yang beralasan tanda terima kasih, dan lainnya.

Selama ini, ia berhasil menolak godaan tersebut, tapi mau sampai kapan seperti ini? Ia pun takut, takut jika suatu saat ia tergoda menerima suap. Ada dua pilihan di hidupnya, yaitu meninggalkan jabatan dan pekerjaannya atau melanggar aturan Allah Ta'ala.

Dengan mantap, ia kemudian mengundurkan diri dari pekerjaannya. Tak lama setelah pengunduran dirinya, Allah Ta'ala mengaruniakan kapal kargo kecil untuknya. Ia gunakan untuk membawa barang-barang perniagaan.

Kemudian, Allah Ta'ala kembali mengaruniakan kapal kargo yang ukuran lebih besar dari sebelumnya. Ia gunakan juga untuk mengangkut barang-barang. Barang yang diangkut kapalnya ia jaga dengan sangat hati-hati, seolah itu barang miliknya. Maka dari itu, banyak orang yang senang menggunakan jasa kapal kargonya.

Suatu hari, salah satu kapal kargonya menabrak batu karang. Hal itu dikarenakan sang nahkoda tidur ketika mengemudi. Sang nahkoda meminta maaf dan tanpa basa basi ia memaafkan nahkoda tersebut. Polisi yang melihatnya sangat heran, mengapa ia dengan mudah memaafkan orang yang telah menabrakkan kapalnya.

Polisi yang melihat kejadian itu ternyata memiliki pangkat yang tinggi. Suatu ketika, polisi meminta ia untuk mengangkut barang perniagaan yang sangat besar. Polisi tidak mau kapal kargo lain yang mengangkatnya, Polisi hanya mau kapalnya yang mengangkat barang tersebut, karena ia sangat hati-hati terhadap barang yang diangkut.

Inilah buah dari kejujuran. Jika kita berada di jalan Allah Ta'ala, rezeki akan datang dengan mudah. "Dan siapa yang bertakwa kepada Allah Ta'ala, niscaya Allah Ta'ala akan menjadikan untuknya jalan keluar dan akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2-3)
MasyaAllah! Melimpahnya Rezeki setelah Meninggalkan Suap! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top