Kamis, 14 Juli 2016

Mengapa Abu Hurairah yang Ketinggalan Masuk Islam dapat Meriwayatkan Hadits Paling Banyak?

Abu Hurairah adalah sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang masuk Islam pada tahun ketujuh setelah Hijrah. Selain dikenal sebagai penyayang kucing atau Bapaknya kucing, Abu Hurairah dikenal juga sebagai sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadist. Padahal, Abu Hurairah masuk Islam bukan di awal tahun dan bukan termasuk golongan pertama yang masuk Islam.

Sejak masuk Islam, Abu Hurairah hanya berjumpa dengan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam selama empat tahun saja. Hebatnya, Abu Hurairah adalah sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits. Ia mengejar ketertinggalannya dari para sahabat lain dan terbukti dengan banyaknya hadist yang ia riwayatkan.
Ilustrasi Abu Hurairah / Gambar via supahiro.deviantart.com
Meskipun Abu Hurairah hanya berjumpa dengan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hanya selama empat tahun, tapi ia fokus mengejar ketertinggalannya dengan para sahabat lain dengan cara rutin mengikuti majelis Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Sementara sahabat lain, disamping mereka menghadiri majelis Nabi, mereka juga mengerjakan kesibukan lain seperti berdagang dan bertani. Sedangkan Abu Hurairah hanya fokus pada majelis Nabi.

Abu Hurairah menjelaskan, "Ketahuilah bahwa sahabat-sahabatku orang-orang Muhajirin itu sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar. Sedangkan sahabat-sahabatku orang-orang Anshar sibuk dengan tanah pertanian mereka. Sedangkan aku adalah seorang miskin yang paling banyak menyertai majelis Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka aku hadir saat yang lain absen."

Dalam kesempatan lainnya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Siapa yang membentangkan sorbannya hingga selesai pembicaraanku, kemudian ia meraihnya, maka ia takkan terlupa akan suatu pun dari apa yang didengarnya dariku."

"Maka kuhamparkan kainku, lalu baliau berbicara padaku, kemudian kuraih kain itu, dan demi Allah Ta'ala tak ada satu pun yang terupa bagiku dari apa yang telah kudengar dari Nabi," kata Abu Hurairah.

Karena do'a sang Nabi, Abu Hurairah pun mempunyai daya ingat yang kuat dan mahir dalam menghafal. Hal itu juga didukung dengan pembawaan Abu Hurairah yang juga memiliki daya ingat yang kuat.

Hal selanjutnya yang menjadikan Abu Hurairah banyak mengumpulkan hadits adalah pernyataan dirinya yang menyatakan, demi Allah Ta'ala kalau tidaklah karena ada ayat dalam Al Qur'an yang memerintahkan soal kewajiban ini, niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian sedikitpun.

Ayat yang dimaksud oleh Abu Hurairah adalah, "Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah kami nyatakan kepada manusia di dalam kitab mereka. Itulah yang dikutuk oleh Allah Ta'ala dan dikutuk oleh para pengutuk." (Al Baqarah: 159)

Itulah yang menjadikan Abu Hurairah yang paling banyak meriwayatkan hadits, padahal ia masuk Islam lebih terakhir daripada sahabat yang lain. Itu dikarenakan ia meluangkan banyak waktu untuk menghadiri majelis Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yang kedua karena ia memiliki daya ingat yang kuat, dan ketika karena ia menyebarluaskan hadits tersebut.
Mengapa Abu Hurairah yang Ketinggalan Masuk Islam dapat Meriwayatkan Hadits Paling Banyak? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top