Senin, 04 Juli 2016

Saat Lebaran, Kabupaten Pidie Malah Melakukan "Perang-perangan"

Lebaran hampir tiba, tentunya sudah banyak orang rantau yang berada di kampung halaman. Tak ada bandingannya rasa senang ketika bertemu dengan handai taulan.

Tradisi lebaran meskipun hampir, tentu memiliki perbedaan antara satu daerah dengan daerah yang lainnya. Seperti halnya di kawasan Garot, Kabupaten Pidie, Aceh, yang memiliki tradisi lebaran yang berbeda dengan daerah-daerah lainnya.
Teut Beude Trieng / Gambar via rayahaba.com
Tradisi ini bernama Teut Beude Trieng, yang berarti menyalakan meriam bambu. Sesuai dengan namanya, kegiatan ini melibatkan meriam-meriam bambu yang dinyalakan sehingga meramaikan Kabupaten Pidie. Inilah perang-perangan ala Kabupaten Pidie.

Tenang saja, ini hanya permainan, tidak ada korban jiwa di tradisi ini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa memainkan permainan ini. Bahkan, saking meriahnya tradisi ini warga kampung tetangga sampai datang untuk melihat.

Teut Beude Trieng dilakukan pada malam kedua hari raya idul fitri. Tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman Belanda dan turun-temurun dilestarikan hingga sekarang.

Dulunya, meriam yang dibuat benar-benar dari bambu. Seiring berjalannya waktu, banyak perubahan yang dilakukan pada meriam bambu, karena tak hanya meriam bambu yang digunakan melainkan ada juga yang memodivikasinya menggunakan meriam drum, petasan, dan kembang api.

Di dalam meriam bambu diisi minyak sebagai pemicu ledakan, sedangkan pada drum diisi dengan karbit sebagai bahan peledaknya. Langit Kabupaten Pidie menjadi terang karena perang-perangan ini. Bahkan suara ledakannya bisa sampai 10 km jauhnya.

Bagi penderita jantung, ketika perang-perangan terjadi mereka akan diungsikan ke tempat lain agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tertarik mengunjungi Kabupaten Pidie saat lebaran?

Inilah video kehebohan Teut Beude Trieng di Kabupaten Pidie Aceh

Saat Lebaran, Kabupaten Pidie Malah Melakukan "Perang-perangan" Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top