Selasa, 19 Juli 2016

Ingin Merasakan Peradaban Masa Lampau? Datang saja ke Kampung Naga!

Di tengah hiruk pikuknya kota dan semakin rumitnya peradaban, mungkin sebagian dari kita ingin merasakan bagaimana hidup di masa lampau. Menikmati kedamaian, kesunyian hingga dapat menghilangkan penat fikiran, tanpa ada listrik dan teknologi, dan cahaya hanya berasal dari obor serta lampu petromaks.

Ketika pagi tiba, orang-orang berdatangan ke mushola untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Kemudian dilanjut bapak-bapak yang pergi membawa cangkul ke sawah. Ibu-ibu yang memulai aktivitas di rumah, memasak untuk keluarganya, dan tak lupa suara ayam berkokok bersahutan mengiringi aktivitas pagi mereka.
Kampung Naga / Gambar via id.indonesia.travel
Semua itu masih bisa kamu nikmati jika kamu berkunjung ke Kampung Naga, yang berada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dari kejauhan, kampung ini terlihat berjejer rapi dengan bentuk dan ukuran rumah yang hampir sama.

Atapnya berupa ijuk berwarna hitam, dindingnya putih dari bambu atau serat rotan yang dianyam seperti tikar. Di depan perkampungan, terdapat beberapa kolam ikan yang di tiap sudutnya dilengkapi jamban yang dibatasi dinding dari anyaman bambu.

Kelestarian Kampung Naga ini tidak terkontaminasi dengan modernisasi meskipun berada di tengah-tengah masyarakat modern. Lokasinya terletak di lembah yang subur dan dibatasi oleh hutan keramat, karena di dalamnya terdapat makam keramat leluhur Kampung Naga.

Di bagian selatan, dibatasi oleh sawah penduduk, di bagian utara dan timur dibatasi oleh Kali Wulan (Ciwulan) dengan air yang berasal dari Gunung Cikurai, Garut.

Luas Kampung Naga ini hanya 1,5 hektar, dengan 101 kepala keluarga dan total penduduk sebanyak 302 orang. Jumlah ini hanya sebesar 10 persen dari total keturunan Kampung Naga dan luas wilayahnya tidak boleh ditambah agar tidak terjadi lonjakan penduduk.

Meski hidup dalam kondisi tradisional, namun hal yang tak bisa mereka cegah adalah arus informasi. Ada beberapa warga Kampung Naga, terutama para remaja yang menggunakan telepon genggam, baik itu telepon biasa maupun smartphone. Hal itu dapat ditoleransi, selama penggunaannya masih dalam kadar yang wajar dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan.

Selama musim liburan, Kampung Naga akan semakin ramai oleh para wisatawan. Biasanya wisatawan yang mampir dari Jakarta atau Bandung. Ini dikarenakan lokasi Kampung Naga yang mudah dicapai, hanya beberapa ratus meter dari jalan raya. Meskipun hanya singgah, para wisatawan dapat merasakan kedamaian sejenak ketika berada di Kampung Naga.

Tak ingin melewatkan kesempatan, para penduduk Kampung Naga memanfaatkan kondisi ini untuk membuat cinderamata khas Kampus Naga guna dijual kepada para wisatawan. Meski begitu, penduduk Kampung Naga sendiri tak mau desa mereka dijadikan desa wisata.

Mereka tidak ingin dijadikan tontonan, sebaliknya mereka ingin agar dijadikan tuntunan. Sehingga, masuk ke Kampung Naga tidak dipungut biaya sepeser pun. Tapi, kita masih dapat berkontribusi di Kampung Naga dengan membeli cinderamata dan menyewa jasa pemandu.

Tertarik untuk menikmati peradaban masa lampau? Datang saja ke Kampung Naga!
Ingin Merasakan Peradaban Masa Lampau? Datang saja ke Kampung Naga! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top