Jumat, 08 Juli 2016

Apakah Boleh Puasa Syawal dan Puasa Qadha Dilakukan Bersama dan tidak Berurutan?

Tanggal 1 di bulan Syawal adalah hari kemenangan umat Islam seluruh dunia. Dimana kita baru saja merayakannya hari Rabu lalu. Tentu masih menyisakan kebahagiaan yang tak terkira. Bertemu dengan sanak saudara, kawan lama, bermaaf-maafan dengan tetangga, dan yang paling membuat rindu adalah makan bersama keluarga dengan sajian lebaran yang khas.

Pada hari raya idul fitri ini, umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa. Ini karena tanggal 1 Syawal kita merayakan hari kemenangan umat Islam. Namun di hari setelahnya, kita disunnahkan berpuasa Syawal, dan sunnah ini dikukuhkan. Puasa Syawal ini sangat baik jika dilakukan dan pahalanya pun besar.
Puasa / Gambar via dailyburn.com
Buya Yahya, atau nama lengkapnya Buya Yahya Zainul Maarif, merupakan ulama asal Cirebon. Ia bukan asli dari Cirebon, melainkan pendatang yang datang ke Cirebon pada tahun 2005 dalam rangka menjalankan tugas dari gurunya, Rektor Universitas Al Ahgaff Almurobbi, Profesor Doktor Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun.

Tugas Buya Yahya adalah untuk memimpin pesantren persiapan bagi mahasiswa sebelum kuliah di Universitas Al Ahgaff di Yaman. Pada pertengahan tahun 2006 inilah, Buya Yahya menghadap gurunya di Yaman dan mulai diizinkan untuk berdakwah di masyarakat. Yang awalnya dimulai dari hal kecil di mushola kecil hingga akhirnya berdakwah di masjid dengan jamaah yang selalu penuh.

Dalam hal puasa Syawal dan qadha ini, Buya Yahya pun membahasnya, bahwa puasa sunnah Syawal dilakukan selama 6 hari, boleh dilakukan secara berurutan maupun dipisah-pisah, yang terpenting puasanya dilakukan di bulan Syawal. Bagi orang yang pernah hutang puasa dan ingin mengqadha niat puasa Syawal dan puasa qadha, tidak boleh menggabungkan niat puasanya.

Tapi, jika ia melakukan puasa qadha dengan niat puasa qadha bertepatan di hari puasa Syawal, maka ia akan mendapat pahala puasa Syawal sekaligus. Jadi, cara niatnya cukup niat puasa qadha saja.

Maka dianjurkan bagi yang memiliki hutang puasa untuk melakukan qadha di bulan Syawal, bertepatan dengan puasa Syawal, agar mendapatkan pahala puasa Syawal sekaligus.

Jika puasa Syawal digabung dengan puasa sunnah lainnya, misalnya puasa sunnah hari Senin, puasa sunnah hari Kamis, atau puasa Daud, hal ini boleh dilakukan dan niatnya juga dua puasa tersebut. Misalnya, "Saya niat puasa Senin digabung dengan niat puasa Syawal..."

Semoga Allah Ta'ala menerima ibadah dan amal perbuatan kita, Aamiin.
Apakah Boleh Puasa Syawal dan Puasa Qadha Dilakukan Bersama dan tidak Berurutan? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top