Sabtu, 04 Juni 2016

Gaji Rp 30 Juta Per Bulan Ditinggalkan Demi Sholat Berjamaah Rutin!

Seperti kita ketahui, sekarang ini mencari pekerjaan itu sulit. Orang berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Dengan begitu, mereka bisa memenuhi kehidupan mereka dan hidup dengan gaya hidup mereka.

Tapi, kehidupan di dunia ini tak lepas dari kehidupan di akhirat. Apa yang kita lakukan di dunia akan diperhitungkan juga di akhirat. Oleh sebab itu, kita hendaknya menjalankan hidup ini dengan tujuan dunia dan akhirat yang seimbang.
Sholat berjamaah / Gambar via themuslimvibe.com
Salah satu hal yang dapat menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, selain giat berusaha, juga harus rajin beribadah. Ibadah wajib seperti sholat lima waktu janganlah ditinggalkan. Sebaiknya juga, sholat lima waktu dilakukan secara berjamaah dan tepat waktu.

Percaya atau tidak, kebahagiaan yang sejati tidak bisa dinilai dengan uang. Bisa saja harta banyak tapi tidak bahagia. Dan hal itu terbukti dengan cerita yang dikisahkan oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri.

Beliau bercerita bahwa ada seorang lelaki bernama Mifta. Dia adalah seorang akuntan di perusahaan Jepang yang ada di Jakarta. Kehidupannya sangat berkecukupan, semua ada, bergelimang harta dan kemewahan. Gaji yang ia terima sebesar Rp 30 juta per bulan. Tentu bukan gaji yang sedikit.

Namun sayangnya, Mifta tidak bahagia. Ia tidak tenang menjalani profesinya ini. Setiap hari ia harus bekerja lembur, membuat laporan, hingga tidak bisa melaksanakan sholat fardhu tepat waktu dengan berjamaah.

Inilah yang membuatnya resah dan tidak tenang. Kemudian, ia memutuskan untuk berhenti dan menjadi sales kerja program komputer. Sungguh keputusan yang sangat mengejutkan.

Tiga bulan sudah ia menjadi sales. Panas terik matahari dan debu di jalanan membuat kulitnya yang tadinya putih bersih menjadi menghitam. Ia juga sekarang berkeliling naik sepeda motor. Dan dalam tiga bulan itu pula tak satupun jasanya yang laku.

Hingga pada suatu hari, ketika ia sedang menjajakan jasanya, hujan turun dengan deras. Mifta kemudian memilih untuk berteduh di sebuah masjid. Di titik ini ia merasa sedih, karena sebelumnya ia tidak pernah kehujanan atau kepanasan karena kemana-mana selalu naik mobil. Sekarang, untuk sampai di rumah ia harus berteduh karena motor tidak bisa menghindarkan dirinya dari air hujan.

Mifta tenggelam dalam lamunannya hingga seorang lelaki separuh baya mendatanginya dan mengajaknya mengobrol. Entah siapa lelaki itu, tapi ia sedang dalam masalah karena laporan pajaknya yang tidak rapi dan ia diancam denda hingga miliaran rupiah jika tidak bisa merapikannya.

Setelah Mifta bercerita bagaimana karirnya, lelaki paruh baya itu menawari Mifta pekerjaan tersebut. Mifta lalu menerima pekerjaan tersebut, kebetulan ia dulunya adalah akuntan spesialis pajak. Dan dalam waktu seminggu, Mifta dapat menyelesaikan laporan pajak itu.

Lelaki paruh baya itu senang karena ia tidak jadi didenda miliaran rupiah. Kemudian, Mifta diberi bayaran sebesar Rp 100 juta. Mifta menangis menerima gaji tersebut. Ia bersyukur kepada Allah Ta'ala. Ternyata tiga bulan tanpa pelanggan dan akhirnya ia menerima gaji sebesar ini.

Sekarang, Mifta sudah memiliki perusahaan sendiri yang bergerak dibidang akuntan publik dan sudah memiliki 10 karyawan. Kini ia bisa sholat berjamaah dan tepat waktu.

Ini semua karena Allah Ta'ala, jika kamu mengejar akhirat, maka kebaikan dunia juga akan mengikutimu.
Gaji Rp 30 Juta Per Bulan Ditinggalkan Demi Sholat Berjamaah Rutin! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top