Sabtu, 23 April 2016

Hukum dalam Islam jika Istri sering Pulang Malam

Sekarang ini, dunia lelaki dan wanita seperti tak ada batasnya. Kegiatan lelaki dan wanita pun porsinya hampir sama. Seperti dalam pekerjaan, kegiatan di perkuliahan, dan kegiatan lainnya.

Karena kesibukan inilah terkadang menjadikan seorang wanita pulang ke rumah ketika sudah senja, bahkan ada pula yang sampai malam hari. Bagaimana hukumnya dalam Islam menanggapi hal semacam ini?
Sebaiknya wanita tidak keluar jika tidak ada kepentingan yang mendesak / Gambar via pinterest.com
Dalam menanggapi hal tersebut, Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al Ahzab : 33, "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliyah dahulu, dan janganlah kalian bertabarruj sebagaimana tabarrujnya wanita jahiliyah terdahulu."

Ayat tersebut dimaksudkan sebagai seruan kepada para wanita agar menetap di rumah, kecuali ada suatu kepentingan. Kepentingan yang diperbolehkan ini pun harus yang syar'i dan tidak menimbulkan maksiat.

Ketika seorang istri atau wanita muslimah yang akan keluar di malam hari, harus memperhatikan adab-adabnya, yaitu :
  1. Izin

    Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak halal bagi perempuan yang beriman kepada Allah Ta'ala dan hari akhir untuk keluar selama tiga hari ke atas, melainkan bersama-sama dengan bapaknya atau saudara kandung lelakinya atau suaminya atau anak lelakinya atau mana-mana mahramnya." (di dalam riwayat lain, dinyatakn satu hari satu malam, dan dua hari dua malam) hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

    Wanita yang sudah menikah harus mendapatkan izin dari suami, dan yang belum menikah harus mendapatkan izin dari orang tua. Dalam izin ini ada izin umum dan izin khusus. Izin umum dilakukan hanya sekali saja karena melakukan hal-hal yang umum, seperti berbelanja. Sedangkan izin khusus perlu meminta izin dahulu sebelum pergi karena menyita waktu lebih lama, seperti menjenguk orang sakit, bersilaturahim.
  2. Kemudian tidak Bertabarruj dan Menutup Aurat

    Ketika keluar rumah, hendaklah tidak bersolek hingga menimbulkan keinginan bagi lelaki yang melihatnya. Tidak juga menggunakan pakaian yang mengundang hawa nafsu dan fitnah. Hendaknya menutup aurat agar tetap terjaga.
  3. Keperluan yang Syar'i

    Maksud dari keperluan yang syar'i adalah keperluan yang penting dan tidak menyimpang dari ajaran-ajaran Allah Ta'ala. Keperluan mendesak yang tidak dapat diwakilkan juga diperbolehkan.
Jika syarat ini tidak bisa dipenuhi, lebih baik tidak usah keluar rumah. Hal ini dimaksudkan untku menjaga diri para wanita agar terhindar dari dosa. Semoga Allah Ta'ala mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin.
Hukum dalam Islam jika Istri sering Pulang Malam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top