Selasa, 01 Maret 2016

Kisah Mustahil di Zaman Akhir

Kita sudah tahu bahwa kiamat pasti akan terjadi. Kapan waktunya kita semua tidak tahu, bahkan Sang kekasih Allah Ta'ala, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun tak mengetahui kapan hari kiamat akan tiba.

Sebagai seorang muslim, kita wajib mengimani dan percaya akan datangnya hari kiamat. Meskipun tidak tahu waktunya. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi datangnya hari akhir. Dan kisah berikut ini berhubungan dengan hari akhir.
Guci / Gambar via studyblue.com
Tersebutlah seorang bernama Syamsuddin Muhammad bin Abdurrahim al-Maqdisi al-Hanbali al-Dimasyq ini yang wafat pada tahun 688 Hijriah. Kala itu, beliau dan istrinya sedang pergi ke lereng pegunungan Shalihiyah guna menggali tanah untuk suatu keperluan.

Ketika menggali tanah, betapa terkejutnya suami istri tersebut karena menemuka sebuah guci yang berisi banyak kepingan dinar. Bukan bersyukur dan mengambilnya, malah Syamsuddin berucap, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."

Jantungnya berdegup kencang, badannya bergetar, ia ketakutan. Ia mengatakan, "Harta ini adalah ujian, pasti ada orang lain yang memiliki, sebaliknya kita kembalikan saja." Kemudian suami istri itu kembali meletakkan guci tersebut ke dalam tanah dan menimbunnya.

Sang suami meminta sang istri untuk merahasiakan temuan mereka ini. Sang istri pun menjaga amanat sang suami dengan tidak berkata pada siapapun.

Padahal menurut kisah, Syamsuddin bukanlah orang yang kaya dan memiliki harta yang banyak. Bahkan mereka sendiri membutuhkan harta. Tapi karena kemuliaan hatinya, ia dan istrinya mengembalikan guci berisi uang tersebut.

Di zaman modern ini sudah susah ditemukan orang seperti Syamsuddin. Mereka malah berlomba-lomba mencari harta, ketika menemukan harta sedikit saja pasti langsung diambil. Padahal mereka adalah golongan orang yang berpunya.

Wallahu a'lam.
Kisah Mustahil di Zaman Akhir Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top