Rabu, 09 Maret 2016

Bagaimana Traveling Kita Dinilai Ibadah?

Traveling kini menjadi trend di berbagai kalangan. Menjamurnya pemilik akun sosial media membuat traveling semakin hari semakin banyak saja penggemarnya. Pasalnya, kebanyakan orang setelah atau ketika bepergian langsung mengupload fotonya di akun sosial medianya.

Di dalam Islam dikenal kata safar, yaitu bepergian jauh dan orang yang melakukan safar diperbolehkan mengqashar sholatnya. Hampir sama seperti traveling, intinya adalah pergi dari tempat tinggal kita menuju ke suatu tempat.
Safar / Gambar via twitter.com
Traveling atau safar yang dilakukan oleh seseorang dapat bernilai ibadah. Tentunya traveling yang tidak ditujukan untuk mengerjakan keburukan. Dalam bepergian sendiri terdapat macam-macamnya.

Diantaranya adalah safar wajib, yaitu perljalanan yang ditujukan untuk menunaikan kewajiban yang baik di jalan Allah Ta'ala. Kemudian ada safar sunnah, yaitu perjalanan yang dianjurkan atau disunahkan. Lalu ada safar yang boleh, yaitu perjalanan untuk melakukan hal yang diperbolehkan dalam agama.

Selanjutnya adalah safar haram, yaitu perjalanan dengan maksud dan tujuan yang haram dan tidak diperbolehkan dalam ajaran agama. Dan yang terakhir adalah safar makruh, misalnya bepergian tanpa ditemani, kecuali untuk hal-hal yang penting.

Dalam bepergian, bisa saja kegiatan kita itu dinilai sebagai ibadah. Dan jika dinilai ibadah, tentu saja mendapatkan pahala dari Allah Ta'ala.

Inilah contoh traveling yang dinilai ibadah :

  1. Bepergian ke luar kota untuk menuju pondok pesantren guna menimba ilmu, meskipun setelahnya atau sebelumnya mengadakan rekreasi ke tempat hiburan.
  2. Mengambil waktu istirahat sejenak untuk meregangkan otot-otot tubuh dan melepas lelah, dapat dilakukan dengan rekreasi atau istirahat. Setelah segar, maka akan menimba ilmu agama lagi atau menebarkan ajaran Islam.
  3. Safar yang diisi dengan amalan sholeh dengan dzikir dan do'a.
  4. Safar sambil melakukan bakti sosial, meski tujuan lainnya adalah rekreasi.
Dengan begitu, ketika kita sedang bepergian, selain kita dapat bersenang-senang juga dapat melakukan ibadah. Selain melakukan ibadah wajib sholat fardhu, tambahlah kegiatan ini agar ibadah kita kepada Allah Ta'ala semakin banyak.
Bagaimana Traveling Kita Dinilai Ibadah? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top