Jumat, 08 Januari 2016

Inilah Hukum jika Menikah Dipaksa

Pernikahan dilakukan adalah dengan tujuan membentuk suatu keluarga yang sakinah, mawadah, warrahmah. Semua itu terwujud karena ada rasa saling mencintai dan saling rela antara lelaki dan perempuannya.

Pernikahan yang baik adalah pernikahan yang mendatangkan kebahagiaan dan kebaikan bagi kedua mempelai dan keluarganya. Tapi, bagaimana jika suatu pernikahan itu dilandasi karena terpaksa?
Pernikahan / aware.org.sg
Rukun menikah itu ada lima, yaitu mempelai pria dan wanita, wali, saksi, mahar, dan ijab qabul. Kedua mempelai harus saling ridha, jika salah satunya tidak ridha maka pernikahan tidak sah.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Seorang janda tidak (boleh) dinikahkan hingga ia diajak musyawarah, dan seorang gadis tidak (boleh dinikahkan) sehingga diminta izinnya." Sahabt bertanya, "Ya Rasulullah, lalu bagaimana izinnya?." Beliau menjawab, "Ia diam." (HR. Jamaah)

Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha ia berkata: Aku pernah bertanya, "Ya Rasulullah, apakah wanita-wanita itu (harus) diminta izinnya dam urusan pernikahan?." Beliau menjawab, "Ya". Aku bertanya lagi, "Sesungguhnya seorang gadis jika diminta izinnya ia malu dan diam." Beliau menjawab, "Diamnya itulah izinnya." (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Jadi, diam adalah tanda setuju seorang wanita jika ditanya. Ketika orang tua hendak menikahkan anaknya dengan lelaki lain, sedangkan sang anak gadis tidak menjawab dan hanya diam, maka itu artinya sang anak sudah setuju dengan perjodohan tersebut.

Maka dari itu, jika tidak mau dijodohkan, utarakan saja dengan baik kepada orang tua jika memang tidak ingin menikah dengan pria tersebut. Jika diutarakan dengan baik, pastilah orang tua juga mau mendengarkan dan insyaAllah tidak akan memaksakan pernikahan itu.

Sehingga, pernikahan tidak akan dijalani dengan terpaksa. Dengan begitu, akan tercipta keluarga yang sakinah, mawadah dan warrahmah.

Wallahu a'lam.
Inilah Hukum jika Menikah Dipaksa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top