Sabtu, 28 November 2015

Ulah Para Alay Rusak Taman Bunga

Kekuatan media sosial memang sangat ampuh. Info yang baru muncul satu hari bisa langsung merebak dengan cepat ke seluruh pelosok negeri.

Media sosial harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik, bukan hanya digunakan sebagai ajang eksis saja. Karena hal inilah, bencana melanda kebun bunga di Gunung Kidul.
Kebun bunga Pathuk sebelum dirusak / jogja.tribunnews.com
Pada tanggal 27 November lalu, bencana kerusakan alam terjadi di kebun bunga Puspa Pathuk Gunung Kidul. Kebun bunga ini sebenarnya adalah milik seorang warga bernama Pak Sukardi. Pak Sukardi telah menanam bunga-bunga amarylis di kebunnya sejak tahun 2006.

Kebun yang tepat terletak di Desa Asemayu, Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, ditanami bungan amarylis yang hanya tumbuh setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan di bulan November dan Desember.
Kebun bunga setelah diinjak-injak / travel.kompas.com
Salah seorang pengguna media sosial mengupload fotonya di kebun bunga yang mirip dengan kebun bunga di Eropa ini. Karena keindahannya, foto ini kemudian menyebar luas dan benar saja, banyak pengguna media sosial yang tahu dan kemudian mengunjungi kebun bunga ini.

Pak Sukardi sendiri kaget melihat tiba-tiba datang banyak orang mengunjungi kebun bunganya. Mungkin sekitar 1.500 orang yang mengunjungi kebun bunga itu. Sayangnya, para pengunjung tidak menghargai jerih payah Pak Sukardi yang telah merawat kebun ini.

Para pengunjung tanpa rasa bersalah merusak hamparan bunga itu dengan cara menginjak-injaknya. Yang ada di pikiran mereka hanyalah ambisi mendapatkan gambar foto bagus dengan bunga-bunga. Lebih prihatin lagi, kotak amal yang disediakan untuk biaya pemeliharaan kebun bunga malah tidak banyak terisi oleh pengunjung, hanya beberapa lembaran ribuan saja.

Walaupun kebun bunganya menjadi rusak, Pak Sukardi bukannya marah pada para pengunjung. Ia malah meminta maaf karena pengunjung tidak bisa menikmati keindahan kebun bunga ini lagi karena rusak.

Berbeda dengan Pak Sukardi, seorang warga Yogyakarta bernama Suparto Sadewa mengungkapkan kemarahannya di media sosial, "Hanya demi ambisi mengambil foto selfie dan nafsu pamerfoto di media soaial, para pengunjung itu tidak menjaga dan tidak pula menghargai bahwa itu adalah karunia Allah SWT untuk dinikmati dan dijaga keindahannya."

Bagaimana menurutmu readers? Pak Sukardi yang merawat kebun bertahun-tahun dan dirusak seketika saja tidak marah, seharusnya sebagai pengunjung kamu juga tidak merusaknya. Eksis boleh, asal tidak merusak alam!
Ulah Para Alay Rusak Taman Bunga Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top