Selasa, 03 November 2015

Ingin Pintar? Coba Tiru Cara Belajar Ilmuwan Dunia!

Menjadi pintar bukan hal mustahil yang bisa dicapai, siapapun yang memiliki kemampuan dan kemauan pasti dapat menjadi pintar. Pintar bukan masalah keturunan, bisa saja orang tuanya yang kurang pintar anaknya bisa menjadi pintar, karena adanya usaha.

Pintar identik dengan belajar. Belajar tidak hanya mengenai pelajaran, tapi juga masalah-masalah di sekitar kita dan berusaha untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Cara belajar tiap orang pun berbeda-beda, termasuk cara belajar para ilmuwan dunia pun juga berbeda.

Inilah cara ilmuwan dunia belajar sehingga menjadi pintar dan dikenang akan kepintarannya :
  1. Albert Einstein

    Pada waktu kecil, Einstein adalah anak yang sulit dalam berkomunikasi. Kemampuan berbicaranya lambat. Bahkan ia yang paling buruk dalam hal berbahasa, hingga kepala sekolahnya menganjurkan untuk berhenti sekolah. Melihat hal itu, orang tuanya khawatir dan berkonsultasi kepada dokter.
    Albert Einstein / englishbookgeorgia.com
    Namun, Einstein kecil yang suka menolong itu sangat ahli di bidang numerik dan matematika. Terbukti di sekolah dasar nilai matematikanya berada di atas rata-rata kelas dan hebatnya, sebelum ia berusia 15 tahun, ia sudah dapat menguasai kalkulus diferensial dan integral yang ia pelajari secara otodidak.

    Melihal hal tersebut, orang tua Einstein sangat mendukung. Mereka kemudian banyak membelikan buku-buku mengenai matematika kepada Einstein agar ia dapat sering berlatih.
  2. Thomas Alfa Edison

    Thomas Alfa Edison / profilbos.com
    Sang penemu bola lampu ini mengalami kegagalan hingga 5.000 kali sebelum akhirnya berhasil menemukan cara agar bola lampu dapat menyala. Hal ini berkat ketekunan dan kerja keras sehingga ia tahan banting dan tidak menyerah demi mencapai apa yang ia inginkan.
  3. Isaac Newton

    Terlahir dari keluarga dengan keadaan ekonomi yang biasa saja membuat Newton dikeluarkan keluarganya dari sekolah dan meminta Newton agar menjadi petani saja. Meski begitu, Newton tidak menyukai pekerjaan barunya dan lebih memilih untuk sekolah.

    Akhirnya kepala sekolah meyakinkan keluarga Newton untuk mengirim Newton kembali ke sekolah. Kepandaian Newton terbukti, ia dapat lulus dari sekolah di usia 18 tahun dengan nilai yang sangat memuaskan.
    Isaac Newton / beforeitsnews.com
    Ia kemudian diterima di Trinity College University Cambridge, sebagai mahasiswa yang kuliah sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Pada saat itu, kurikulum di universitas berdasarkan pada ajaran Aristoteles, namun karena Newton lebih menyukai ajaran filsuf modern, maka ia lebih senang membaca filsuf milik Descartes juga astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler.

    Dari situlah, ia dapat menemukan binomial umum dan mulai mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi kalkulus.
  4. Charles Darwin

    Sebelum dikenal sebagai ilmuwan, Darwin pernah masuk ke sekolah kedokteran. Namun, tidak berhasil. Kemudian ayahnya menganjurkannya untuk belajar di Christ's College agar dapat menjadi pendeta, namun hasilnya sama saja tidak berhasil.
    Charles Darwin / popsci.com
    Darwin lebih senang mengoleksi tanaman dan berburu. Ia kagum akan kemahiran berburu sepupunya, William Darwin. Naluri ilmiah Darwin mulai berkembang, ia semakin sering meneliti spesies serangga dan spesies langka.

    Pemikirannya dipengaruhi oleh ajaran Thomas Malthus. Demi mengembangkan pengetahuannya, Darwin ikut dalam ekspedisi keliling dunia bersama HMS Beagle.
Itulah cara ilmuwan dunia belajar. Mereka belajar tak kenal lelah dan tekun akan apa yang mereka sukai. Sebaiknya generasi muda juga begitu, jangan paksa anak-anak untuk mengikuti keinginan orang tua jika mereka tidak suka. Tapi, dukung keinginan anak dan arahkan ke hal yang positif.
Ingin Pintar? Coba Tiru Cara Belajar Ilmuwan Dunia! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top