Sabtu, 14 November 2015

Diary Pria ini Mengisahkan Hidupnya ketika Digigit Ular hingga Meninggal Dunia

Ular merupakan salah satu hewan reptil yang hidup hingga sekarang. Ular tak hanya binatang buas, tapi trend saat ini ular dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Walaupun terkesan menyeramkan dan sisik ular menjijikkan, namun tak sedikit pula orang yang mengaku menyukai hewan ini. Dan ada kisah mengenai seorang lelaki yang menulis di buku hariannya ketika ia digigit ular hingga maut menjemputnya.
Karl P. Schmidt / news.com.au
Dialah Karl P Schmidt, seorang herpatologis yang terkenal akibat reputasinya tentang mengenali berbagai jenis ular. Saking banyaknya, hingga pada ular itu diberi akhiran nama Schmidt.

Pada September 1957, seorang karyawan dari Kebun Binatang Taman Lincoln membawa sebuah ular yang memiliki warna terang. Mirip dengan ular Boomslang, yaitu ular berbisa yang ditemui di gurun Afrika sub-Sahara.

Saat itu, ia berniat untuk mengangkat ular yang ternyata memang ular Boomslang. Ketika mengangkatnya, ular itu menyerang dan menggigit ibu jari Schmidt sedalam tiga milimeter. Merasa aman, ia menolak untuk mendapatkan perawatan dan malah menulis jurnal tentang efek bisa ular di tubuhnya.

Inilah isi jurnalnya :
Inilah rasanya mati karena gigitan ular.
16.30-17.30 : Perasaan mual tanpa muntah. Menjelang perjalanan menuju Homewood dengan kereta.
17.30-18.30: Perasaat dingin yang kuat dan gemetar. Suhu badan 39 derajat celcius. Pendarahan membran muksoa pada bagian mulut dan terlebih pada gusi. 
20.30: Makan dua lembar roti susu. 
21.00-00.20: Tidur nyanyak, dan buang air kecil pukul 00.20, tapi hanya sedikit urin. 
04.30: Minum air putih, kemudian mual dan muntah, lalu kembali tidur pada pukul 06.30. 
06.30: Suhu tubuh mencapai 37 derajat celcius, makan sereal, telur rebus, roti panggang saus apel dan kopi untuk sarapan. Selama tiga jam tidak ada darah dalam urin. Tapi mulut dan hidup mengeluarkan darah walau hanya sedikit.

Itulah catatan perjalanan Schmidt dalam menuju kematian karena ular. Dalam 24 jam saja, ia langsung meninggal karena pendarahan pada paru-paru, mata, jantung, ginjal, dan otak.

Demi ilmu pengetahuan, seorang peneliti rela nyawanya melayang.
Diary Pria ini Mengisahkan Hidupnya ketika Digigit Ular hingga Meninggal Dunia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top