Kamis, 24 September 2015

Lima Fakta Unik Pengacara Adnan B Nasution

Kemarin pagi tanggal 23 September 2015, kurang lebih pukul 10.00 WIB, Indonesia mengalami berita duka atas meninggalnya pengacara senior Adnan B Nasution. Beliau meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. Melalui pesan singkat oleh anggota Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, di Jakarta, kabar duka itupun menyebar luas.

Lahir di Batavia, 20 Juli 1934, Adnan B.Nasution meninggal dunia pada usia 81 tahun. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang memahami kiprah pengacara senior ini dengan baik.
Adnan B Nasution / timesindonesia.co.id
Meski telah tiada, beberapa kenangan unik tentang Adnan B. Nasution masih teringat jelas dan memberikan inspirasi tersendiri bagi kita. Apa sajakah hal itu?

5 Fakta Unik Adnan B Nasution

  1. Nama beliau

    Sebagian besar orang Indonesia mengenalnya dengan nama Adnan Buyung Nasution. Sekalipun jika beliau menyingkat namanya dalam tulisan menjadi Adnan B. Nasution, orang tetap akan menyebut namanya sebagai Adnan Buyung Nasution.

    Tahukah kamu jika huruf ‘B’ yang selama ini disangka Buyung sebenarnya adalah singkatan dari Bahrum? Hal ini terbukti pada akta kelahiran beliau yang tertulis sebagai Adnan Bahrum Nasution. Hanya saja, beliau lebih sering menyingkat namanya sebagai Adnan B. Nasution.

    Lantas, darimana kata ‘Buyung’ itu berasal? Rupanya, nama "Buyung" itu ia dapat karena teman-teman dan kerabatnya sering memanggil beliau dengan nama "Buyung". Baca : Gadis ini Menjadi Milyader Berkat Buku Tahunan
  2. Pernah kuliah di ITB, UGM, dan UI

    Nama-nama universitas di atas tentu memiliki kredibilitas yang tak perlu ditanyakan lagi. Kualitasnya yang terjamin, tentu membuat tak sembarang orang bisa masuk ke universitas bonafit di Indonesia tersebut. Baca : Terlalu ganteng, Dosen ini membuat Para Mahasiswi jadi Salah Fokus
    Menempuh Pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Jakarta, membuat ia kemudia melanjutkan perkuliahan di ITB (Institut Teknologi Bandung). Di ITB, ia tak langsung memilih jurusan hukum, tapi malah teknik sipil.

    Setahun kemudian, ketika Adnan B Nasution pindah ke UGM (Universitas Gajah Mada), barulah ia kuliah di Fakultas Gabung Hukum, Ekonomi, dan Sosial Politik. Tak lama setelahnya, Buyung kembali pindah ke Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan di UI (Universitas Indonesia).
  3. Sang ayah menjadi inspirasinya

    Kebanyakan anak lelaki mengagumi sosok ayahnya, begitu pula dengan Adnan B Nasution. R. Rachmat Nasution (ayah Adnan B Nasution), merupakan sosok yang memberi banyak pengaruh terhadap Adnan kecil. Rachmat Nasution merupakan seorang pejuang gerilya pada tahun 1947-1948.

    Sang ayah juga merupakan pendiri kantor berita Antara dan harian Kedaulatan Rakyat. Selain itu, The Time of Indonesia juga merupakan hasil rintisan ayah Adnan B Nasution. Keahlian ayahnya sebagai organisator sangat memberikan pengaruh besar di kemudian hari.
  4. Suka Berorganisasi

    Sewaktu SMA, Adnan B Nasution sudah aktif berorganisasi dengan menjabat sebagai Ketua Cabang Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI), yang pada akhirnya ia bubarkan dengan alasan mengandung unsur PKI.

    Pun demikian Ketika SMP. Adnan ABG sudah ikut Mopel (Mobilisasi Pelajar). Dimana ketika itu ia ikut aksi menentang pendirian sekolah NICA di sana. Beliau juga ikut melempari bangunan sekolah NICA tersebut.

    Adnan B Nasution pun mulai merambah dunia politik Indonesia dengan mendirikan Gerakan Pelaksana Ampera, dimana ia juga menjadi ketuanya. Selain itu, Adnan B Nasution juga merupakan anggota Komando Aksi penggayangan Gestapu.

    Adnan B Nasution juga ikut berdemonstrasi dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Atas aksinya ini, beliau akhirnya mendapat skorsing selama 1,5 tahun karena dituduh sebagai anti revolusi.
  5. Pekerja keras

    Terlahir dari keluarga pekerja keras, membuat Adnan tak asing lagi dengan kegiatan berdagang. Di usia mudanya, lingkungan mengajarkan pada beliau tentang bagaimana mendapatkan uang dari berdagang.

    Saat usianya 12 tahun, Adnan bersama sang adik, Samsi Nasution, berdagang barang loakan di Pasar Kranggan, Yogyakarta. Baca : Demi lanjut kuliah, Cewek Cantik ini Rela jadi Cleaning Service

    Di tempat itu pula, sang ibu, Romlah Dougur Lubis, berjualan es cendol. Sementara itu, sang ayah bergerilya melawan Belanda pada tahun 1947 sampai dengan 1948.
Demikian beberapa fakta unik Adnan B Nasution. Dan semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT. Aamiin.
Lima Fakta Unik Pengacara Adnan B Nasution Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani
 

Top