Jumat, 24 Juli 2015

Nikah Kontrak, Menyesal Seumur Hidup

Sebelum datangnya Rasulullah di tanah Arab, menikah kontrak di Arab sudah menjadi hal yang umum. Betapa tidak, sebagian besar Syi'ah mempertahankan ini dengan alasan ada kejelasan dalam Al Qur'an. Umar bin Khattab melarang keras sistem nikah kontrak ini. Namun, kelompok Syi'ah menentang Umar bin Khattab dengan alasan Umar merebut pewaris sah Rasulullah Muhammad, yaitu Ali bin Abi Thalib.

Kemudian Pahlevi Shah, pemimpin Iran hingga 1979, berusaha menghapus sistem nikah kontrak ini. Namun usahanya tak membuahkan hasil, karena pada tahun 1990 Presiden Hashemi Rafsanjani membolehkan praktek nikah kontrak ini dilakukan kembali, namun dengan waktu 2 atau 3 bulan.
Kawin Kontrak / langitan.net
Kurang lebih 15 tahun kemudian, ulama Syi'ah kembali membenarkan adanya praktek nikah kontrak ini, dengan alasan finansial. Karena menurut mereka, para janda/wanita akan terbantu secara finansial dengan adanya nikah kontrak ini. 

Bahkan, ada seorang penguasa bernama Habib, yang berumur 48 tahun, mengaku kekayaannya bertambah karena nikah kontrak. Ia percaya bahwa selama ia membantu para wanita dengan nikah kontrak, maka Tuhan akan membantunya. Bahkan ia sudah menikah kontrak sebanyak kurang lebih 16 kali.

Nikah kontrak atau nikah mut'ah tidak ada perceraian, mereka dinyatakan berpisah jika sudah selesai kontrak. Jadi, nikah kontrak bukan ajaran Islam sama sekali.
Nikah Kontrak, Menyesal Seumur Hidup Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top