Rabu, 15 Juli 2015

Kisah Kopassus Diberi "Jebakan Betmen" Agar Kalah dalam Menembak

Pada tanggal 23 Mei 2015 lalu, TNI berhasil menjadi juara dalam perlombaan menembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang berlangsung di Puckapunyal, Victoria, Australia. Selain itu, TNI juga tak terkalahkan di perlombaan ASEAN Armies Rifle Meet (AARM). Setiap digelar, perwakilan TNI yang diantaranya terdapat Kopassus selalu memboyong kemenangan dalam lomba menembak antar negara ASEAN ini.

Dalam setiap perlombaan, terdapat kisah-kisah menarik selama perjuangan meraih gelar juara umum. Tak hanya di lapangan, di luar lapangan justru lebih berbahaya. Jika tak waspada dan hati-hati, bisa kena "jebakan betmen" (perangkap halus).

Mayor Faisol Izudin selaku Komandan Kontingen AARM 24/2014, membagikan pengalamannya seputar 'jebakan betmen' ini yang diduga dilakukan untuk menurunkan konsentrasi lawan. Baca : Inilah 5 Pasukan Elite TNI yang  mematikan
TNI juara menembak di Vietnam / jakartagreater.com
Dimulai dari Filipina, panitia di sana senang sekali mengadakan pesta sampai larut malam. Kontingen yang polos dan belum berpengalaman, dengan senang hati akan menyambut pesta tersesbut. Setelah pesta, jangan heran jika esok saat bertanding akan mengalami performa yang buruk. Penampilan menurun karena pesta semalam. Dan hal inilah kondisi yang memang diharapkan tuan rumah.

Lain lagi di Vietnam. Panitia di sana menyuguhi para kontingen dengan arak untuk mengusir hawa dingin. Alasannya memang logis, yaitu mengusir hawa dingin. Namun dibalik alasan itu ada harapan yang terselip agar performa kontingen lain menurun akibat arak semalam. Untuk hal ini, TNI sudah mengantisipasi untuk tak meminumnya.

Untuk mengatasi hawa dingin, Indonesia memiliki banyak minuman berempah tanpa alkohol yang mampu menghangatkan tubuh, seperti jahe dan sejenisnya. Untuk urusan ini, TNI sudah menyiapkan semua bekal, mulai dari pemanas serta perebus air.

TNI juga menciptakan sendiri alat penghangat tangan. Alatnya semacam charging baterai yang dikorsletkan, kemudian menyalurkan energi panas ke elemen dan menjadi alat pemanas sederhana. Meski sederhana, alat penghangat tangan buatan TNI ini mampu mencairkan kebekuan jemari yang harus siaga membidik secara tepat.

Panitia seperti mengerahkan segalanya untuk memaksimalkan jebakan betmen ini. Tak harus dari hal yang rumit, terkadang hal simpel seperti makanan pun bisa berbahaya. Panitia selalu menghidangkan makanan mewah berlimpah dengan kandungan kolesterol yang tinggi. Misalnya berbagai olahan hasil laut seperti udang.

Makanan seperti ini bisa sangat berpengaruh pada kesehatan dan kondisi selama hari-hari pertandingan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Mayor Faisol sudah siaga sejak awal dengan membawa bekal makanan dari Indonesia, seperti rendang, kering tempe, abon, telur asin dan madu.

Seakan tak kehilangan akal, di malam harinya panitia juga menggoda para kontingen dengan menyediakan kendaraan yang bisa membawa mereka menelusuri kota. Baca : Tolak jadi model, perempuan cantik ini pilih jadi Kopassus

Akhinya perjuangan Mayor Faisol dan pasukannya pun berbuah manis. TNI berhasil merebut juara umum di Vietnam. Dengan perolehan medali emas sebanyak 29, 13 perak dan perunggu. Prestasi ini jauh mengungguli Thailand di posisi kedua yang mendapat 8 emas, 14 perak dan 7 perunggu. Dtentara Malaysia malah hanya kebagian 2 perak.

Kini Kontingen Penembak TNI tengah mempersiapkan diri untuk maju pada  perlombaan menembak Asean, ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) di Thailand pada tahun 2015 ini. Semoga TNI selalu bisa menunjukkan performa terbaiknya, memboyong kemenangan dan selalu menjadi kebanggan warga Indonesia. Bravo TNI !
Kisah Kopassus Diberi "Jebakan Betmen" Agar Kalah dalam Menembak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani
 

Top