Senin, 08 Juni 2015

Kisah Nyata - Petir yang Membawa Berkah

Berikut ini merupakan kisah nyata dari Rafi - Jakarta Utara yang saya kutip dari Majalah Hidayah Edisi 165 Mei 2015. Kepada Hidayah, Rafi bercerita tentang sambaran petir yang membawa hikmah. Seperti apa pengalamannya itu? Simak baik-baik kisahnya di bawah ini.

Kisah ini terjadi sekitar tahun 2005, tepatnya saat aku, masih di kampung. Saat itu hujan dan rumah yang aku tempati bersama keluarga besarkau disambar petir, walau sebenarnya petir itu lebih dulu menyambar dan menghantam pohon kelapa yang mengapit rumah.

Titik ledakan jatuh di area dapur. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Suara ledakan itu begitu dahsyat dan memekakkan telinga, disertai sambaran api yang merah menyala. Aku pikir, rumahku terbakar. Akibat peristiwa itu, telinga kedua orang tuaku mengalami kurang pendengaran.
ilustrasi sambaran petir / wallpaperup.com
Hampir 3 bulan, kedua telinga mereka mengeluarkan air terus. Anehnya, cuma telinga kedua orang tuaku yang mengalami itu. Kami sebagai anak-anaknya dan juga keluarga yang lain tidak ada yang begitu. Malah punggung bapak, kulitnya terbakar alias gosong.

Aku jadi teringat akan teguranku pada bapak, juga pada orang-orang di kampung agar jangan memelihara anjing di rumah, apalagi anjing itu bebas berkeliaran dalam rumah dan sangat mengganggu warga. Ini terjadi sudah bertahun-tahun.

Sering aku mengingatkan, tapi tak pernah didengar. Malah aku nyaris cekcok dengan orang tuaku sendiri. Sedangkan aku malu dengan cibiran dan sindiran warga di kampung. Mungkin inilah teguran dari Allah SWT untuk kedua orang tuaku.

Petir itu membuat orang tuaku sadar. Alhamdulillah sejak peristiwa itu, sampai sekarang di rumah kami tak pernah lagi memelihara anjing. Semoga cerita ini dapat diambil hikmahnya bagi pembaca lain. Baca : Kisah Bus PO. Haryanto yang mewajibkan sopirnya berhenti ketika waktu sholat tiba
Kisah Nyata - Petir yang Membawa Berkah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani
 

Top