Jumat, 22 Mei 2015

Potret Kehidupan Perbatasan Indonesia yang Memprihatinkan

Penduduk Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dari Sabang sampai Merauke itu tentunya berjajar banyak pulau-pulau, karena memang Indonesia adalah negara kepulauan, termasuk pulau-pulau kecil di dalamnya. Mungkin selama ini kita terbiasa dengan kehidupan perkotaan yang serba maju. Teknologi mudah didapat, seperti listrik, internet, semua channel televisi ada, bahkan channel luar negeri pun bisa, serta berbagai fasilitas kehidupan yang sangat mudah mendapatkannya.

Namun pernahkah terbesit olehmu tentang keadaan saudara-saudara kita yang jauh dari perkotaan? Jauh dari segala kemajuan infrastruktur dan berbagai fasilitas yang menunjang kehidupan? Keadaan seperti itu dialami oleh saudara-saudara kita yang tinggal di perbatasan.

Salah satu daerah perbatasan yang mengalami keadaan seperti itu adalah Entikong. Entikong adalah sebuah kecamatan paling pinggir yang terletak di kabupaten Sanggau provinsi Kalimantan Barat. Entikong berbatasan langsung dengan Malaysia Timur, tepatnya di Serawak. Baca : Foto-foto ini bikin malu Indonesia di mata dunia

Di Entikong, jangan harap kamu bisa melihat jalan tol, jalan aspal yang mulus saja sangat sulit ditemui di sana. Yang ada jalan berdebu dan jalan berlumpur seperti kubangan kerbau. Saking sulitnya mendapatkan berbagai fasilitas, terlebih kebutuhan pokok, banyak warga perbatasan Entikong yang harus ke Malaysia untuk membeli berbagai kebutuhan. Hal ini memunculkan semboyan miris bagi masyarakat Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia, yaitu : "Garuda di dadaku, Malaysia di perutku."
Peta Entikong via Kaskus
Salah satu jembatan di perbatasan,
hanya dari kayu yang sebagian sudah patah via Kaskus
Infrastruktur di Entikong yang kurang mendapat perhatian via Kaskus
Jalan di perbatasan Indonesia Malaysia via Kaskus
Warga bersusah payah melewati jalanan lumpur yang mirip
kubangan kerbau via Kaskus

Warga habis kulakan dari Malaysia,
yang kemudian dijual lagi di Indonesia via Kaskus
Padahal kata orang, daerah perbatasan merupakan garda terdepan sebuah bangsa. Perbatasan juga bisa menjadi etalase bagi warga asing yang bertetangga dengan daerah perbatasan tersebut. Sangat mungkin jika warga asing yang bertetangga dengan orang perbatasan ini akan menganggap remeh bangsa kita, secara masyarakat perbatasan kita banyak juga yang menggantungkan kebutuhan hidup dari luar perbatasan daripada dari dalam negeri sendiri.
Potret Kehidupan Perbatasan Indonesia yang Memprihatinkan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani
 

Top