Jumat, 27 Maret 2015

Cara Membedakan Razia Resmi dan Ilegal Polisi

Beberapa hari lalu ada sebuah razia polisi di daerah Jawa Tengah. Sepintas lalu memang terlihat biasa saja, namanya razia polisi tentu ada polisi yang memberhentikan para pengendara untuk menanyai kelengkapan surat-surat kendaraannya. Namun, keempat polisi yang merazia tersebut akhirnya malah dijatuhi sanksi!  Keempat polisi tersebut merupakan anggota Polsek Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Mereka dijatuhi sanksi karena tertangkap basah menggelar razia lalu lintas di luar wilayah hukumnya, yaitu di perbatasan antara Kabupaten Semarang dan Temanggung, Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, keempat anggota tersebut melanggar disiplin karena menggelar razia di luar wilayahnya. Baca : Bripda Eka, Polwan yang juga penambal ban
ilustrasi razia polisi / dopektren.com

Tips Membedakan Razia Lalu Lintas Resmi dan Ilegal Polisi

Menurut pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar, masyarakat harus lebih teliti ketika pihak Kepolisian melakukan razia lalu lintas. Sebab razia lalu lintas yang resmi dapat dilakukan atas dasar perintah atasan.

Dalam surat resmi perintah razia jelas tertulis kapan waktu pelaksanaannya, tempat, biaya yang dikeluarkan. Selain itu juga terorganisir dan terstruktur, dan yang pasti, sasarannya tepat. Mungkin khusus merazia begal misalnya. Baca : Begal yang dibakar itu dulunya seorang remaja masjid

Masyarakat yang bingung dengan adanya razia kendaraan bisa bertanya mengenai surat perintah pengadaan operasi. Hal ini sebetulnya tak boleh disembunyikan oleh pihak berwenang dari masyarakat.

Trus yang jadi pertanyaan, apakah kita berani? Biasanya kalau sudah kena razia, kita jadi tegang, apalagi kalau tahu tidak komplit, entah nggak bawa STNK, nggak punya SIM, nggak pakai helm, wah tambah gugup tuh pasti. Hehe, tul nggak? :D

Tapi buat ngetes mental kamu, boleh tuh sekali-kali dicoba. Pede aja! ;)

Kasubdit Bingakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono menambahkan, pihak kepolisian memiliki wewenang untuk melakukan razia sehingga semua operasi kendaraan yang dilakukan adalah resmi. (Dikutip dari Merdeka 27/3.)

Kesimpulan 

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat diambil kesimpulan kalau razia lalu lintas resmi biasanya dilakukan oleh banyak polisi, tidak cuma 4 orang saja. Dan biasanya ada plang razia besar di tengah jalan. Karena image polisi seringkali jadi buruk akibat oknum polisi lalu lintas (polantas) yang sering ngadain razia tak resmi, yang ujung-ujungnya duit.

Soalnya saya sendiri juga pernah terkena razia tak resmi ini. Waktu itu balik sekolah, eh ada mobil PJR (Patroli Jalan Raya) polisi dipinggir jalan. Cuma 1 mobil lagi, mobilnya waktu itu Daihatsu Taruna. Kena deh saya, hehe...

Selain itu, untuk memastikan razia polisi itu resmi atau tidak, kamu bisa menanyakan tentang surat perintah razianya. Dan namanya razia lalu lintas, tentu yang merazia polisi lalu lintas. Cirinya topi nya berwarna putih, sabuknya putih, peluitnya putih, dipergelangan tangan biasanya melingkar putih ungu apa itu namanya nggak tahu saya :D

Oke, demikianlah sedikit pemaparan tentang cara membedakan razia resmi dan tak resmi dari Polisi. Semoga bermanfaat.
Cara Membedakan Razia Resmi dan Ilegal Polisi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani
 

Top