Jumat, 06 Juni 2014

Misteri Cahaya Tiap Malam Jum'at di Makam Lelaki Alim

Berikut ini adalah sebuah kisah nyata yang saya ambil dari Majalah Hidayah. Langsung aja, begini kisahnya. Kalau bukan karena kelelawar yang masuk ke rumahnya, Hanifah barangkali tidak tahu bahwa saat itu sudah pukul 11 malam. Hewan malam itu telah mengusiknya, memindahkan pandangan matanya yang sejak pukul 21.00 tadi asyik menikmati acara tv, ke arah jam dinding.

Bergegas ia bangkit menuju tuang depan rumah, bermaksud menutup dan mengunci pintuk yang sejak sore dibiarkan terbuka. Sesampainya di sana, Hanifah malah tertegun. Matanya membulat melihat sinar yang muncul dari semak-semaki tak jauh dari rumahnya.

"Ada orang meniggal lagi ya, kok terang amat? Tapi kenapa nggak ada suara sama sekali?" tanyanya dalam hati.

Rasa penasaran dan keingintahuan Hanifah mendadak muncul. Berkat doa-doa yang ia kuasai dan rasa percaya diri yang cukup tinggi, ia berjalan seorang diri, mendekati sumber cahaya yang berada di pemakaman desa itu.

Setelah beberapa saat berjalan, ia heran, karena tak ada seorang pun yang dia temui di sana. Meski muncul rasa takut, ia mencoba bertahan, karena rasa penasarannya semakin besar.

"Kok tidak ada siapa-siapa? Biasanya kalau ada yang dimakamkan selalu banyak orang," kata Hanifah dalam hati.

Ketika jaraknya sudah semakin dekat, Hanifah kembali tertegun. Ia nyaris tak mempercayai penglihatannya sendiri. Cahaya yang dilihatnya ternyata bukan dari petromaks seperti layaknya jika ada pemakaman jenazah pada malam hari. Cahay itu berasal dari gundukan tanah yang masih tampak baru.

"Masya Allah, sinar terang itu berasal dari kuburan Pak Maulana, yang jenazahnya baru dikebumikan tadi siang", kata hati kecil Hanifah.

Dengan tergopoh-gopoh, Hanifah kembali ke rumahnya. Dibangunkannya sang suami yang sudah sejak pukul 21.00 tadi sudah terlelap. Dan kemudian diceritakannya peristiwa yang baru saja dialaminya. Sang suami sendiri semula tidak percaya. Namun, setelah menyaksikan sendiri keanehan tersebut, ia tak bisa membantah lagi.

Mereka tak habis pikir, mengapa kuburan Pak Maulana begitu terang? Bagaimanakah kehidupan Pak Maulana semasa hidupnya, sehingga ia mendapat nikmat kubur seperti itu?

Lelaki Alim
Malam itu adalah malam jum'at, banyak tanya yang menggelayut di benak suami istri itu. Keesokan harinya, mereka tidak menceritakan keanehan yang terjadi malam itu kepada siapapun, khawatir tidak ada yang mempercayainya.

Seminggu telah berlalu, malam jum'at kembali tiba. Lagi-lagi mereka menyaksikan peristiwa yang terjadi seperti malam jum'at lalu. Makam Pak Maulanan kembali memancarkan sinar terang benderang. Melihat kondisi seperti itu, mereka pun tidak kuasa lagi menahan hasrat untuk menceritakan kepada warga lain.

Masyarakat Desa Sukamaju, Tanggamus, pun gempar. Orang selalu membicarakan kepribadian Pak Maulana ketika masih hidup. Di masjid, di warung, atau sawah. Apalagi di sepanjang jalan menuju Sekolah Dasar Sukajadi, tempat Hanifah mengajar.

Mereka penasaran, kemudian mencari-cari apa sih kelebihan Pak Maulana, hingga terjadi keanehan di makamnya. Sebagian yang lain bahkan memaksakan diri untuk melihatnya secara langsung gundukan tanah makam yang sudah beberapa minggu itu.

Sampailah kabar tersebut ke telinga kyai setempat. Bagi Kyai Safar, demikian nama kyai tersebut, peristiwa itu tidaklah aneh, sebab menurutnya, Pak Maulana adalah seorang muslim yang taat beribadah, sederhana dalam hidup dan selalu bersikap baik terhadap siapapun. Wajar saja jika ia mendapat karunia Allah tersebut.

"Apa yang terjadi pada Pak Maulana adalah sebagian kecil tanda kasih sayang Allah kepada hamba-NYA yang selalu melakukan sholat berjamaah dan berlaku baik kepada semua orang. Lebih dari itu, sungguh Allah masih memiliki banyak rahasia," kata Kyai Safar.

Kyai Safar pun menceritakan perihal kehidupan sehari-hari pria berusia 65 tahun itu. Ketika masih hidup, Pak Maulana menafkahi keluarganya dari hasil kerja sebagai buruh tani. Ia juga senang membantu orang lain jika ada yang memerlukan pertolongannya. Setiap sholat 5 waktu, Pak Maulana selalu berusaha melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah di masjid, kecuali jika ada halangan tertentu.

Di akhir hayatnya, pekerjaan buruh tani dan buruh kuli terpaksa ditinggalkan. Penyakit hepatitis yang dideritanya memaksa dirinya melimpahkan tanggung jawab keluarganya kepada sang istri. Namun dalam hal berjamaah, ia tak mau menyerah begitu saja. Meski harus bertumpu pada sebatang kayu, Pak Maulana tetap memaksakan diri berangkat ke masjid.

Pada dasarnya, penyakit Pak Maulana terhitung parah. Sekujur kulitnya tampak sudah menguning. Namun dari pancaran matanya, ia selalu terlihat ikhlas dan bahagia.

Kian hari penyakit Pak Maulana semakin parah. Ia memutuskan sesekali menginap di masjid agar keinginannya berjamaah bisa terlaksana. Namun, keinginannya tidak disetujui anggota keluarganya. Mereka tidak sampai hati melihatnya sakit sendirian di masjid. Dengan terpaksa Pak Maulana harus pulang.

Hingga suatu hari, Pak Maulana memaksa diantar ke masjid untuk mengikuti sholat jum'at. Sampai di sana, ia langsung menempati shaf paling depan di samping kanan imam.

Setelah khatib menyampaikan khutbah kedua, sang muazin melantunkan iqamah. Semua jamaah berdiri untuk melaksanakan sholat. Namun Pak Maulana belum juga bangkit. Orang yang ada di sebelahnya mengira Pak Maulana tertidur. Ia mencoba mencolek bahu Pak Maulana, namun Pak Maulana tidak juga bangkit.

Dengan tenaga yang lebih keras, orang tersebut mencoba menarik bahu Pak Maulana. Bukannya terbangun, tubuh Pak Maulana malah terjengkang ke belakang.

"Masya Allah, Pak Maulana!" Orang teresebut spontan berteriak hingga mengagetkan jamaah yang lain. Sang imam pun ikut memerikasa kondisi fisik Pak Maulana. Raut wajahnya tampak berubah. Dari bibirnya terucap kata, "Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun... Pak Maulana telah meninggalkan kita semua."

Kepergian Pak Maulana begitu tenang dan mudah. Ia meninggal dalam keadaan beribadah, menyembah kepada Allah SWT.

Misteri Cahaya Tiap Malam Jum'at di Makam Lelaki Alim Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani
 

Top