Selasa, 18 Februari 2014

Inilah Alasan Gunung Kelud Disebut Dengan The Deadliest Volcano

Gunung Kelud meletus pada tanggal 13 Februari 2014 lalu pada pukul 22.50 WIB. Bunyi dan getarannya tak hanya sampai di Blitar, Malang ataupun kota-kota di dekatnya, tapi juga sampai di tempat tinggalku di Jawa Tengah yang berjarak 230an km. Selain itu dampak abu vulkanik gunung kelud juga sampai ke Bandung, Jogjakarta, sampe-sampe 6 Bandara menutup aktivitas penerbangannya karena dampak abu vulkanik gunung kelud. Begitu dahsyatnya letusan ini sehingga Gunung kelud mendapat julukan sebagai Deadliest Volcano, yang berarti gunung berapi paling mematikan di dunia, seperti yang ditulis dalam buku Super Volcano: The Ticking Time Bomb Beneath Yellowstone National Park karya Greg Breining. Senada dengan dampak letusan gunung kelud yang begitu dahsyat, berita gunung kelud meletus pun menjadi trending tropic pencarian di google.

Gunung Kelud sering disalahartikan sebagai kelut, yang dalam bahasa jawa disebut sapu, merupakan salah satu gunung berapi di Jawa Timur yang masih aktif. Gunung kelud berada di perbatasan Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang, dan berada di sebelah timur pusat Kota Kediri.

Sejak tahun 1.000, Gunung Kelud telah meletus sebanyak 30 kali. Disamping lahar panas, letusan Gunung Kelud juga disertai material padat dan gas. Letusan terhebat Gunung Kelud terjadi pada tahun 1586. Letusan itu menewaskan lebih dari 15 ribu orang.

Ada beberapa alasan kenapa Gunung Kelud tergolong dalam The Deadliest Volcano (gunung paling mematikan) :
  1. Setiap meletus selalu disertai material padat dalam jumlah yang sangat banyak.
  2. Setiap meletus disertai material gas dalam jumlah yang banyak.
  3. Dampak letusan tak hanya terjadi pada saat gunung meletus, tapi juga setelah itu. Pada 1875, menurut sebuah literatur, danau di atas kawah dengan material sebanyak 78 juta meter kubik tumpah setelah hujan lebat melanda wilayah kawah selama beberapa hari. Dan lahar dingin pun mengalir hingga 8 mil.
Di tahun 1919 letusan Gunung Kelud dianggap sebagai letusan terdahsyat dan mematikan. Letusan ini  menelan korban 5.160 jiwa dan merusak sampai 15.000 ha lahan produktif. Namun dengan adanya letusan Gunung Kelud pada tanggal 13 Februari 2014 kemarin, letusan kelud di tahun 1919 bukan lagi dianggap letusan terdahsyat, meskipun letusan gunung kelud 2014 hanya memakan korban jiwa sebanyak 4 orang sebagai akibat peristiwa ikutan, bukan akibat letusan secara langsung.

Dan Alhamdulilah, letusan gunung kelud sudah berakhir sekarang. Hal ini diungkapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Saat ini gunung kelud hanya mengeluarkan sisa-sisa gas (fluida) yang tampak sebagai awan hitam.

Seluruh material gunung kelud sudah terlempar pada Kamis malam, 13 Februari 2014. Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Bidang Pengawasan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, Gede Suantika, yang dilansir Tempo, Jumat, 14 Februari 2014.

Saat ini, menurut Gede, tak ada lagi gempa-gempa vulkanik dangkal yang muncul. Hal ini menjadi penanda bahwa sudah tidak ada pergerakan energi di dalam perut bumi. Dengan demikian, dipastikan proses erupsi Kelud memang sudah berakhir.

Kendati demikian, status gunung kelud belum juga diturunkan. Penurunan status gunung kelud akan diturunkan jia situasi Kelud sudah benar-benar aman.
Inilah Alasan Gunung Kelud Disebut Dengan The Deadliest Volcano Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani
 

Top