Kamis, 25 April 2013

Cinta Untuk Dia

Bicara soal cinta, apa yang terbesit di benak kita? Ada sebuah perasaan yang entah itu apa, yang jelas sulit untuk didefinisikan. Berbagai warna warni menghiasi perasaan tatkala cinta berlabuh. Bicara soal cinta, berarti berbicara mengenai sesuatu yang belum terlihat dan masih menggantung di awang-awang, seakan membuat kita penasaran, siapakah gerangan dirinya? Dan saat membicarakan tentang cinta, pasti takkan ada habisnya.

Cinta pada pandangan pertama, atau yang lebih ngetren disebut Love at the first sight. Tyas percaya hal itu ada. Sering saat ia pertama berkenalan dengan teman lawan jenis, saati itu ia mulai simpati dan menaruh rasa. Ia membuat jaring-jaring rajutan perasaannya sendiri agar ia kuat dan percaya jatuh cinta yang dialaminya itu memang dapat dilanjutkan.

Dari berbagai jenis cinta yang ada, ada yang namanya cinta monyet, cinta yang hanya melompat-lompat seperti monyet. Kalau dilihat sekilas memang orang yang mengalami cinta jenis ini terkesan mudah jatuh hati kepada orang lain. Perasaan dengan jenis seperti ini juga sering muncul saat terjadi love at first sight tadi. Winda mudah sekali jatuh cinta, terutama pada teman laki-lakinya yang terlihat smart. Tapi bagusnya ia tidak menempatkan perasaannya itu ke singgasana hatinya yang paling dalam, jadi dia hanya menelurkannya pada permukaan hati saja. Menurutnya, tak ada salahnya ia merasakan berkali-kali jatuh cinta pada seseorang, toh hal itu hanya berkait dalam kawasan ia dan perasaannya saja. Winda sungguh sangat menikmati setiap percikan perasaan yang membuatnya kagum itu.

yang pernah ngalamin seperti gambar di atas tunjuk jari yuk.. ^_^
Jatuh cinta memang melambungkan. Saat ada seseorang hadir dalam hati, rasanya kita ingin menempatkan dia dalam tempat khusus, tersemai, terpupuk dan terpelihara sehingga menjadi besar. Ibnu sudah mengenal seorang gadis lebih dari 3 tahun. Perkenalan Ibnu dengan si gadis bermula dari sebuah organisasi yang mereka ikuti. Awalnya tak ada perasaan apapun, akan tetapi semakin lama tahu tentang gadis itu, semakin bersemailah benih-benih cinta Ibnu. Cara gadis itu berbicara dan bertutur kata sangat menduhkan hati Ibnu, terlebih apabila si gadis menyunggingkan senyumnya, hati Ibnu semakin berbunga-bunga. Dan masih banyak lagi yang membuat Ibnu semakin mengagumi si gadis. Namun selama 3 tahun tersebut, perasaan itu ia pendam saja, sehingga hanya Ibnu yang mengetahuinya. Cinta dalam hati, seperti itulah yang dirasakn Ibnu. Hal itulah yang menjadi bumerang bagi Ibnu. Selang beberapa waktu kemudian dikabarkan si gadis telah menikah dengan laki-laki lain. Dan hal yang melambungkan itu dalam seketika menghempaskan Ibnu kembali ke bumi, remuk menumbuk tanah.

Windy merasa takut jatuh cinta. Pengalaman terdahulunya yang menyakitkan membuatnya trauma untuk memulai kembali perasaan indah itu. Saat pengorbanan yang dilakukannya tidak tertanggapi dengan semestinya, maka itu akan menimbulkan sebuah kekecewaan yang mendalam di hati Windy. Ia lelah untuk mengenal perassan yang pernah melukai hatinya.

Lain cerita dengan Ratna. Dia tak mudah jatuh cinta. Baginya ia harus tahu dan dapat membedakan rasa kagum, suka, sayang, cinta, apalagi euforia atas perasaan-perasaan itu semua. Tidak semua hal harus sepenuhnya ditanggapi dengan hati. Setidaknya harus diimbangi juga dengan logika. Ketia ia patah hati, ketika itu justru ia bisa tertawa lepas dan bebas. Ia belajar menguatkan hatinya untuk tidak rapuh saat itu. Kala patah hati, ia percaya itu adalah cara Tuhan untuk menjaga hamba-NYA. Namun saat ia mulai merasakan jatuh cinta pada seseorang, saat itulah ia malah menangis di hadapan Tuhannya. Ia takut perasaannya itu tidak memberikannya ruang untuk mengenal Rabb-nya lebih dalam. Ketika ia merasakan bahwa perasaan itu takkan membuat rasa cinta untuk Tuhannya tidak terkurangi, barulah Ratna memantapkan hati memilih untuk melanjutkan rasanya itu.

Ngomongin soal cinta, Andy mempunyai tipe tersendiri. Dia juga tidak mudah jatuh cinta. Tapi dia yakin, Tuhan sudah mempersiapkan wanita terbaik untuk dirinya. Maka dari itu, ia juga harus bersiap untuk menjadi lelaki terbaik untuk wanitanya kelak. Sekali ia jatuh cinta, Andy harus yakin bahwa dia dan pengantinnya akan bersama-sama membangun mahligai cinta menuju cinta yang hakiki untuk-NYA.

Rasa cinta itu fitrah yang ada dalam diri setiap manusia. Jatuh cinta itu indah, karena ia merupakan anugerah dari Tuhan. Wajar saja jika mengalaminya, apalagi di usia kita yang memasuki masa dewasa awal. Sebagaimana perasaan hati yang lain, seperti marah, malu, senang, sedih, kecewa, jatuh cinta pun bisa datang tanpa diduga. Tak perlu malu sebenarnya, begitu pun pula terhadap siapa perasaan jatuh cinta itu ditujukan. Yang jelas harus dipastikan bahwa rasa cinta itu tak melebihi rasa cinta kita kepada Sang Pencipta.

Sumber gambar : www.sekarsaeee.blogspot.com
Cinta Untuk Dia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani
 

Top