Selasa, 16 April 2013

Dua Pelari Indonesia Selamat dari Insiden Bom Boston

Pada tanggal 15 April 2013 kemarin, dua buah bom meledak di ajang bergengsi lari maraton tahunan yang diselenggarakan di Boston, Amerika Serikat (Boston Marathon 2013). Perlombaan lari maraton tertua di Amerika ini diikuti oleh 96 negara di dunia, dengan jumlah peserta mencapai 22.426 orang, 2 diantaranya adalah warga Indonesia yang diwakili oleh Wati Hlusak dari Minnesotta, dan Dirut Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Jerry Ng. Alhamdulilah kedua warga negara Indonesia tersebut selamat, semua keluarga yang dibawanya juga selamat. Sampai info ini aku tulis, terdapat 3 orang tewas akibat bom tersebut, 132 orang lainnya luka. 8 orang masih dinyatakan kritis di rumah sakit dan 14 orang lainnya dalam kondisi luka serius. Menurut info yang beredar, sebenarnya ada 7 buah bom, namun yang meledak hanya 2. Di bawah ini ada wawancara VOA dengan Jerry Ng yang aku kutip dari www.Kompas.com.

2 buah bom meledak di garis finish Boston Marathon 2013

VOA: Menurut daftar di Boston Marathon, Anda adalah salah satu pelari dari Indonesia. Bagaimana kejadiannya dan di mana Anda berada ketika ledakan terjadi?

Jerry Ng: Saya berada kira-kira 1 km dari garis finish. Tiba-tiba kita diberhentikan. I didn’t even manage to get into the finishing line.

VOA: Waktu kejadian berlangsung apa yang dilakukan panitia pada saat itu?

Jerry: Saya rasa masih agak bingung, ya, soalnya informasinya juga masih agak simpang siur, jadi mereka hanya mengatakan bahwa terjadi insiden di garis finish dan oleh karena itu para pelari harus berhenti.Itu saja. And then they asked everybody else to wait for further information.

VOA: Apakah Anda mendengar ledakan tersebut?

Jerry: Saya tidak. Karena mungkin masih berjarak 1 kilometer.

VOA: Apa yang ada di benak Anda pada waktu marathon ini dihentikan?

Jerry: Kebetulan isteri saya dengan teman juga menonton di garis finish, jadi saya ingin tahun apakah mereka baik-baik saja. Saya mencoba menelepon dengan meminjam dari orang sekitar, tapi jaringan sibuk sehingga saya tidak berhasil menghubungi. So I just walked back.

VOA: Bagaimana keadaan isteri Anda?

Jerry: She’s fine. Everybody’s fine.

VOA: Waktu ledakan terjadi, di mana isteri Anda?

Jerry: Saya tidak tahu persis, tapi mereka jalan kembali ke hotel.

VOA: Lalu bagaimana keadaan kota Boston saat ini?

Jerry: Saya tidak tahu, karena saya kembali ke hotel

VOA: Ada ketakutan untuk keluar karena situasi New York, DC, San Francisco, dan Boston pengamanannya diketatkan?

Jerry: Saya rasa begitu. But life goes on. We cannot live under fear. Anything can happen anyway.

VOA: Bagaimana persiapan Anda dalam melakukan marathon ini?

Jerry: Karena kebetulan sudah biasa lari marathon, jadi persiapannya seperti biasa saja.

VOA: Sudah berapa kali Anda mengikuti marathon sebesar ini?

Jerry: Mungkin 18 atau hampir 20. Pernah di New York, pernah di Berlin, pernah di Stockholm, pernah di Tokyo, di Gold Coast, di Singapura. Do Boston ini, baru untuk pertama kali.

VOA: Kabarnya Anda mengikuti marathon ini untuk misi sosial?

Jerry: Betul. "Dream Big" itu adalah suatu yayasan amal yang membantu remaja yang kurang mampu. Jadi saya ikut menggalang dana untuk kegiatan amal tersebut dengan berlari dalam marathon ini.

Sumber gambar : www.tempo.co
Sumber wawancara VOA : www.kompas.com
Dua Pelari Indonesia Selamat dari Insiden Bom Boston Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani
 

Top