Berbagi Segala Info

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq - Sahabat Bersemangat Ibadah Hebat

Pernahkah kamu mendengar istilah "Fastabiqul Khoirot"? Pasti tak asing kan bagi yang muslim. Itu tuh, perintah berlomba-lomba dalam kebaikan untuk kita para muslim. Nah, kalau kita melihat sejarah islam, banyak tokoh yang mencontohkan semangat berlomba soal ibadah dalam keseharian mereka. Semangat Fastabiqul Khoirot yang tinggi ditunjukkan sahabat sekaligus Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra dalam kesehariannya. Seperti apakah semangat itu? yuk kita simak bareng.

Selain terkenal sebagai sahabat yang pertama kali mempercayai kerasulan Rasulullah Muhammad SAW, Abu Bakar ra adalah sahabat yang memiliki kualitas ibadah dengan semangat tinggi. Salah satunya dengan nominal harta yang diinfakkan ke Baitul Mal. Dalam keadaan ekonomi islam yang saat itu belum makmur, Abu Bakar rela menginfakkan seluruh hartanya untuk agama. Saat ditanya harta apa yang ia miliki dan ia tinggalkan untuk keluarganya, jawabnya "Aku meninggalkan Allah SWT bersama keluargaku."

Mengenai semangat berlomba dalam kebaikan ini, Abdurrahman, salah satu putra Abu Bakar Ash-Shiddiq, pernah bercerita tentang semangat beribadah ayahnya dalam suatu riwayat. Saat itu para sahabat baru saja usai melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah ketika Rasulullah Muhammad SAW memulai sidak (inspeksi mendadak) tentang ibadah para sahabat.

ilustrasi abu abu bakar ash shiddiq - Dok :taufiqurrahmanal-gozali.blogspot.com
Abdurrahman bercerita, "Pada suatu ketika usai melaksanakan shalat subuh, Rasulullah SAW tiba-tiba mengarahkan pandangannya ke arah para sahabatnya seraya mengatakan "Adakah diantara kalian yang hari ini puasa?" Umar bin Khathab ra menjawab, "Wahai Rasulullah, aku tidak berniat untuk puasa pada hari ini, sehingga di pagi ini aku tidak berpuasa." Lalu Abu Bakar ra berkata, "Aku berpuasa wahai Rasulullah, sebab sejak semalam aku telah berniat puasa, sehingga di pagi ini aku pun berpuasa." Rasulullah SAW kemudian bertanya kembali, "Adakah salah satu dari kalian yang hati ini menjenguk orang sakit?"

Para sahabat berfikir sejenak sebab saat itu masih dini hari dan sebagian besar dari mereka baru melakukan ibadah sholat subuh bersama di masjid itu. Salah seorang diantara mereka pun berkata, "Wahai Rasulullah, usai menjalankan sholat tentunya kami masih berada di sini. Lantas bagaimana kami bisa menjenguk orang sakit?" Tetapi Abu Bakar ra menjawab berlainan, "Telah sampai kabar padaku bahwa saudaraku Abdurrahman bin Auf sedang mengeluhkan sakit yang dialaminya, sehingga dalam perjalananku ke arah masjid ini, aku telah menyempatkan diri menjenguknya."

Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan survei ibadahnya pagi itu, "Adakah salah satu dari kalian yang hari ini bershadaqah?" Sahabar Umar ra menjawab, "Wahai Rasulullah, usai menjalankan shalat tentunya kami masih berada di sini." Panjangnya hari yang dimulai dari sholat malam hingga sholat subuh saat itu tentu belum memungkinkan banyak sahabat untuk melakukan cukup banyak ibadah.

Tetapi sekali lagi Abu Bakar ra memiliki jawaban berbeda. Ia berkata, "Saat aku memasuki masjid, aku melihat seorang pengemis sedang meminta-minta. Ketika itu aku mendapati sepotong roti gandum tengah berada di genggaman tangan Abdurrahman (salah seorang putranya), lalu aku pun memintanya untuk aku berikan pada pengemis itu." Dengan semua survei ibadahnya, Rasulullah SAW bersabda, "Bergembiralah engkau (wahai Abu Bakar) dengan surga."

Mendengar sabda Rasulullah SAW, Umar menghela nafas seraya berkata, "Oh,,,betapa indahnya surga." Namun selanjutnya Rasulullah SAW mengucapkan perkataan yang membuat Umar merasa lega. Melalui sabda tersebut Umar pun menyadari bahwa segala kebaikan seolah memang telah tertulis untuk didahului oleh Abu Bakar.

Dalam sebuah riwayat, dijelaskan sabda Rasulullah SAW yang melegakan Umar ra sebagai berikut : "Semoga Allah menyayangi Umar, semoga Allah menyayangi Umar, sebab segala kebaikan yang diinginkannya telah didahului seluruhnya oleh Abu Bakar."

Nah guys, lihat sendiri kan betapa besar semangat ibadah yang ditunjukkan sahabat Abu Bakar ra? saat hampir semua sahabat baru memaksimalkan pagi hari (subuh) mereka dengan sholat malam dan sholat subuh berjamaah, Abu Bakar telah melengkapi semangat ibadahnya dengan berpuasa, menjenguk orang sakit dan sedekah.

Nah, kalau setiap subuh ada malaikat yang menilai perlombaan kebaikan para manusia seperti apa yang dilakukan Rasulullah subuh itu, kalian tentu ingin menjadi pemenang kan? Mari, mari berkompetisi, mari berprestasi !

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq - Sahabat Bersemangat Ibadah Hebat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Melati Oktaviani